Saya kembali. Kembali dari kelamnya dunia. Saya kembali ke dunia tempat saya bisa menceritakan semuanya. Dunia tanpa jawaban,hinaan,cercaan, dan segudang pertanyaan dari orang-orang. Di tempat ini saya menemukan dunia saya sendiri. Dunia tanpa suara, yang saya dengar hanya suara tuts-tuts alat elektronik untuk menulisnya.
Entah sudah berapa lama keinginan ini muncul kembali. Mungkin saat terlalu banyak hal yang tak bisa saya tangani sendiri. Banyak hal yang saya bahkan tidak tahu bagaimana cara mengatasinya, ketika mereka datang bertubi-tubi tanpa sedikitpun memberi saat untuk menarik nafas. Saya bingung. Saya hilang arah. Tidak punya pegangan. Mungkin di saat itulah saya rindu dunia ini. Dunia tanpa suara. Dunia tanpa celoteh. Dunia tempat saya bisa mengungkapkan semuanya, dengan atau tanpa jeda. Semua terserah saya.
Atau mungkin saya hanya merasa kesepian. Ya, kesepian. Setelah dirinya pergi dari hidup saya. Apa ini pelarian? Pelarian ketika tidak ada yang bisa dikerjakan, tidak ada yang bisa diajak berbicara dari hati ke hati. Ya. Bisa jadi. Saya memang merasa terlalu kesepian. Meski saya dikelilingi kakak yang senang ngobrol, adik yang senang bercerita dan kedua orang tua yang selalu menanyakan kondisi saya. Apa saya memang kesepian? Apa ini hanya pelarian?
Saya ngga tahu. Saya berusaha ngga mau tahu lagi. Saya hanya rindu tempat ini, rindu dunia ini. Sungguh, ketika jari-jari ini mulai menari di atas tuts-tuts, saya mendapatkan kembali gairah ini. Saya menemukan kembali dunia dibalik dunia nyata saya. Mungkin yang tercipta hanya karya sederhana yang tak ada apanya. Tapi terserah apa kata orang. Terserah apa kata mereka yang tidak menyukainya. Saya bisa mencurahkannya. Itu lebih dari cukup untuk memberi penghargaan pada diri saya sendiri. Persetan dengan kalian.
Ini saatnya saya kembali. Kembali menulis. Kembali berceloteh. Kembali tenggelam ke jutaan kata yang teruntai dengan manisnya. Jangan ambil lagi kesempatan saya untuk yang satu ini, waktu. Saya butuh. Saya mau. Saya ingin kembali lagi pada dunia ini.
So, WELCOME BACK, ME!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar