Jumat, 03 Februari 2012

1:08 AM

And yes, here I am trying to write why my brain works in this time..

Gue gatau harus memulai post ini dr mana. Tapi sejauh yg otak gue sampaikan supaya gue ketik, yg gue pikirin malam ini msh cinta.
Gue tau, mungkin(bahkan mksdnya) terlihat menye2 banget tengah malem mikir ginian.. Dan pasti semua mengira 'ih galau tuh..' D'oh! Mengutip salah satu twit Ika natasa 'I hate how people overusing galau'. Ini bener banget sih.... Terlalu berlebihan.

So, what's on my mind right now?
Beberapa jam belakangan, gue trpikrkan tentang hidup gue yg tahun ini menginjak umur 20. Berpikir akan sperti apakah gue di usia yg bs dikatakan dewasa itu. Dan gue jugs berpikir tentang cinta yg nantinya mungkin akan gue alami di usia dewasa ini. Akankah trlihat menye kalo buat gue, cinta dewasa gue yg gue impikan adalah cinta yg beda scara tujuan.

Mungkin ngebingungin. Waktu remaja dimana coklat serasa tai kucing Kara nyokap, pacaran buat apaan sih. Main2, status pamer ke temen yg blm prnah disukain dll.. Menginjak punya KTP, tujuan pcran lain lagi. Sampe trakhir gue pcrn umur 19 which is 6 months ago. Gue sempet berpikir bahwa ya yg ini buat trakhir lah. Udah ga mau main2 mau 20. In fact, sama brengseknya sama yg sblomnya. Bahkan jauh lebih brengsek menurut gue. Tapi skrng, di tanggal 4 February 2012, gue trpikirkan what kind of love I'll be feelin in 20 or something..

Malam ini gue berbicara dengan 2 temen perempuan. Yang satu best friend yang sama2 sdg sendiri. Yg satu lagi tmn smp yg mnrt gue pnglman soal cintanya top. Dia slalu dewasa dalam berpikir Dan mgkn itu yg bkin pria2 dewasa suka bergaul sama dia. Bukan pria2 tua mcam om2 kegs telat yang tititnya minta disunat lagi ya. Bukan.
Dari pembicaraan dgn best friend gue, yg bs gue simpulin adalah kyknya gausah dipikirkan deh kapan lelekkng2 itu dateng, just let it flow. But let it flow ? Ntr keburu dipancing org. Hahaha :D
And, my 2nd friend taught me a lot . She told me what man in 23+ think about making a relationship etc. itu yg harus dipersiapkan dgn baik ketika berhubungan dgn umur sgitu. But anw, bkn krn alesan ga jelas tiba2 gue kepikiran dgn cowo yg dewasa. It's all about my future kan. Gue ga mau nantinya ketika ortu udh ga ada, trnyata gue salah pilih suami gitu. Emang sih masih jauh, tp stidaknya menurut gue kita sbagai perempuan sudah harus memikirkan ini 2x jauh ke depan hehe :p

So, i call this night as part of important things in my life for the future.
What will happens to you in 20 or 30 and esp bout love, just make it mystery for the future. Am I right?

Good night. Jangan berpikir terlalu serius, menimbulkan kerutan di wajah.

Selasa, 06 Desember 2011

Jazz Goes To Campus 2011

Hello! It's been a looooong time I never touch you again *hoek* anyway busway yes gue akan cerita tentang JGTC 2011 kemarin. Gue emang ga dateng dari siang sih.. (panas bok) tapi gue terpuaskan dengan penutupannya. So here I go telling my story:
gue baru bisa dateng kira2 jam 8an, soalnya sibuk banget gitu kan. Hihihi :p sampe sana I THANK GOD karena langsung dpt parkir yg ga jauh dari venue nya.. Happy banget! 😁 and then, hujan rintik2 emang ada sih tp whatsoever lah yaw, gue&abang dengan payung kecil menuju that place. Yes, sama abang gue. Terus kenapa? Harus sama pacar gitu? Kalo ga punya pacar gimana? Kalo punya pacar tp pengennya sama temen2 gimana?! *kok jadi sewot lo,ting?* lanjut yah.. Sampelah kita di venue. Di tmpt cap Nya gt, cap panitia udah ga brbentuk, cuma lingkaran merah tp gmbarnya absurd. Gue jadi mikirnya kayak abis di cupang! LOL!

Dari pintu masuk, yg kedengeran adalah BLP lagi on stage! Yes, Barry likumahuwa project. And singing Mati Saja! I luuuuvvvv thissss song! Agak sedikit berlari dan akhirnya nutup di payung mini, sampelah gue di stage Levi's dimana BLP lagi main. Anw, JGTC ini stage nya ada 3. Ternyata, wow! :O yang nonton udah banyak spe ke belakang banget gt. disitu gue rasanya pengen nangis, bkn krn ktinggalan BLP bbrp lagu, tapi karena jd orang pendek! Nyesek nyet! :'( udah jinjit ttp aja ga kliatan -.- *bencong!*

well, dari kejauhan gue bisa mendengar BLP main, tp kok suara vokalisnya ga asing? Waktu gue brusaha melongok lagi, edodoe si Albert yang nyanyi. FYI; Albert yg dlu dr AFI dan prnah main Senandung Di Atas Awan. Yes, u right!! Setelah mati saja, generasi synergy, abis deh BLP nya.. Gue dan abang lgsg maju ke depan! Hahhaa!

setelah games2 gitu ada #Parkdrive! Yes mannnn! Bassistnya sesuatu banget. 😍 that's why I always love bassist! They're gorgeous ! Charming! Ihihihi.. Jujur sih, gue ga hafal lagu2 dese, tp vokalisnya yahut ajah suaranya. Tingginya ga nahan ciynnn....

setelah 10 lagu Dari #parkdrive, qui2 gitu kan.. Gue iseng ngintip buku acara pasangan sebelah, abis Parkdrive trnyata GBS! Gugun blues shelter! I luvvv this band too! Tapi eh tapi di stage lain Glen Fredly main di jam yg sama :( akhirnya gue memilih melihat penampilan band yg udh prnah sepanggung sama Bon Jovi ini! Yes, GBS! Dan posisi gue berdiri saat ini. Yess 1 meter dr speaker gede. Mati? Gak sih. Tp budek iye. Wellllll welllll nyanyilah gunawan, jono dan bowie kan.. 10 lagu yang keren, nge blues abis, nge jazz juga, lil bit rock yes. Jono aka si bule yang asik dengan bass dan logat Indonesia patah2Nya "bisa goyang gak? Ga seru ah", Bowie dengan drum super semangatnya, dan tentunya gugun dengan suara dan gitarnya, they're completely made my day! 2 pik gitar dilempar gugun, baju penuh keringat Jono(euuhh) Sukses menambah hingar bingar malam itu. Setelah selesai,mau ke Glen, udah ga mungkin, akhirnya balik

Eits! Jangan sedih, gue mampir dulu dong ke booth Neon milik Dea Tanya temanku, buy a new gelang borgol made by her!

Dan setelahnya menuju Mobil, pulang, Dan kuping budek. Thank u for read my post! Luv u all! 💚

Sabtu, 15 Oktober 2011

-puisi pertama di blog baru, welcome to keriting kecil!-

ada matahari di sana..
ya, di senyummu
ada semburat jingga menghiasi tiap lekuk bibirmu

kamu tahu, menurutku kamu makhluk paling sempurna..
tak perlu tampan, kau tak butuh itu!
kau diam-pun, matahari itu muncul
dan menambah nilai tersendiri

bahkan wajah dinginmu itu...
ah.. tak bisa diungkapkan!
dan aku cuma bisa tertunduk lemas
tak berdaya..

aku mungkin berlebihan
atau aku terlalu jatuh cinta padamu?
atau terlalu berobsesi padamu?
atau aku terlalu... ah sudahlah!
aku tak bisa berbohong!

sinar matamu, senyummu, suaramu
apalagi yang bisa membuatku semakin jatuh cinta?
apalagi, hey kamu disana!
kau membuatku benar-benar gila.

aku bahkan tak tahu sejak kapan..
sejak kapan hanya kau yang berada di mimpiku
mengisi tiap lamunanku
menemani tiap kesepianku
membayangimu setiap waktu yang ku miliki..

kamu
kamu tak perlu membalasnya
bahkan kamu pun tak perlu tahu.
aku hanya bisa memandangi dari jauh..
berharap waktu berhenti,
dan aku punya kesempatan untuk memandang matahari itu
serta memiliki jingga itu,
sendirian..


Kepada kamu, di sebrang sana, yang sukses membuatku semakin jatuh hati..

-Keritingkecil, 15 Oktober 2011, 11:54 p.m-
Saya kembali. Kembali dari kelamnya dunia. Saya kembali ke dunia tempat saya bisa menceritakan semuanya. Dunia tanpa jawaban,hinaan,cercaan, dan segudang pertanyaan dari orang-orang. Di tempat ini saya menemukan dunia saya sendiri. Dunia tanpa suara, yang saya dengar hanya suara tuts-tuts alat elektronik untuk menulisnya.

Entah sudah berapa lama keinginan ini muncul kembali. Mungkin saat terlalu banyak hal yang tak bisa saya tangani sendiri. Banyak hal yang saya bahkan tidak tahu bagaimana cara mengatasinya, ketika mereka datang bertubi-tubi tanpa sedikitpun memberi saat untuk menarik nafas. Saya bingung. Saya hilang arah. Tidak punya pegangan. Mungkin di saat itulah saya rindu dunia ini. Dunia tanpa suara. Dunia tanpa celoteh. Dunia tempat saya bisa mengungkapkan semuanya, dengan atau tanpa jeda. Semua terserah saya.

Atau mungkin saya hanya merasa kesepian. Ya, kesepian. Setelah dirinya pergi dari hidup saya. Apa ini pelarian? Pelarian ketika tidak ada yang bisa dikerjakan, tidak ada yang bisa diajak berbicara dari hati ke hati. Ya. Bisa jadi. Saya memang merasa terlalu kesepian. Meski saya dikelilingi kakak yang senang ngobrol, adik yang senang bercerita dan kedua orang tua yang selalu menanyakan kondisi saya. Apa saya memang kesepian? Apa ini hanya pelarian?

Saya ngga tahu. Saya berusaha ngga mau tahu lagi. Saya hanya rindu tempat ini, rindu dunia ini. Sungguh, ketika jari-jari ini  mulai menari di atas tuts-tuts, saya mendapatkan kembali gairah ini. Saya menemukan kembali dunia dibalik dunia nyata saya. Mungkin yang tercipta hanya karya sederhana yang tak ada apanya. Tapi terserah apa kata orang. Terserah apa kata mereka yang tidak menyukainya. Saya bisa mencurahkannya. Itu lebih dari cukup untuk memberi penghargaan pada diri saya sendiri. Persetan dengan kalian.
Ini saatnya saya kembali. Kembali menulis. Kembali berceloteh. Kembali tenggelam ke jutaan kata yang teruntai dengan manisnya. Jangan ambil lagi kesempatan saya untuk yang satu ini, waktu. Saya butuh. Saya mau. Saya ingin kembali lagi pada dunia ini.


So, WELCOME BACK, ME!